Lewati ke konten utama

Diskon 100% — Gunakan kupon COBA100 selama masa pengembangan aplikasi, untuk info silakan Join Komunitas

Cara Riset Produk Laris di Marketplace: Metode & Tools

Tim Gurita Market 26 Mei 2026 8 menit baca
Cara Riset Produk Laris di Marketplace: Metode & Tools

Banyak penjual gagal bukan karena kurang usaha, melainkan karena memilih produk yang salah sejak awal. Mereka stok barang yang persaingannya brutal atau permintaannya tipis, lalu kebingungan kenapa tidak ada yang membeli. Riset produk yang benar membalik urutan itu: temukan dulu apa yang dicari pasar, baru putuskan apa yang dijual.

Di artikel ini Anda akan belajar cara membaca keseimbangan antara permintaan dan persaingan, memanfaatkan sumber data gratis seperti search suggestion dan daftar best seller, memvalidasi tren dengan Google Trends, lalu menghitung margin agar produk yang laris juga benar-benar menguntungkan.

Pola Pikir Sebelum Mulai Riset

Riset produk gagal ketika dimulai dari "saya suka produk ini" lalu mencari pembenaran. Balik urutannya: mulai dari sinyal pasar, lalu nilai apakah Anda mampu dan mau menjualnya. Tiga pertanyaan yang sebaiknya Anda jawab di awal:

  • Apakah ada cukup orang yang mencari produk ini? Tanpa permintaan, harga semurah apa pun percuma.
  • Bisakah saya bersaing di sini? Persaingan terlalu padat membuat toko baru tenggelam.
  • Apakah masih ada margin setelah semua biaya? Laris tanpa untung hanya menyibukkan Anda.

Menjawab ketiganya dengan data, bukan firasat, adalah inti dari riset yang baik. Sisa artikel ini menunjukkan dari mana datanya.

Prinsip Dasar: Permintaan vs Persaingan

Produk ideal berada di titik manis: permintaan cukup tinggi, tetapi persaingan belum terlalu padat. Empat kuadran berikut membantu Anda menilai cepat:

PermintaanPersainganPenilaian
TinggiRendahPeluang terbaik, masuk cepat
TinggiTinggiMenjanjikan tapi butuh diferensiasi kuat
RendahRendahNiche kecil, cocok kalau margin besar
RendahTinggiHindari, paling sulit menang

Tujuan riset adalah memindahkan keputusan dari tebak-tebakan ke data. Mari lihat dari mana data itu Anda peroleh.

Mulai dari Apa yang Anda Pahami

Kuadran di atas membantu menilai peluang, tapi pilihan kategori awal sebaiknya juga mempertimbangkan diri Anda sendiri. Penjual yang memahami produknya bisa menulis deskripsi lebih meyakinkan, menjawab chat lebih cepat, dan mengenali tren lebih dini. Pertimbangkan:

  • Pengetahuan produk: kategori yang Anda kuasai memudahkan komunikasi dengan pembeli.
  • Akses pasokan: supplier yang andal dan harga modal yang baik menentukan margin Anda.
  • Karakter produk: barang ringan dan tidak mudah rusak lebih ramah ongkir dan minim komplain.
  • Tingkat retur: kategori dengan banyak masalah ukuran atau ekspektasi cenderung tinggi returnya.

Menggabungkan peluang pasar dengan kekuatan Anda sendiri menghasilkan pilihan yang lebih tahan lama daripada sekadar mengejar produk yang sedang ramai.

Search Suggestion: Sumber Kata Kunci Nyata

Saat Anda mengetik di kolom pencarian Shopee atau Tokopedia, muncul daftar saran otomatis. Saran ini bukan rekaan; ia berasal dari apa yang benar-benar diketik banyak orang. Inilah cara membaca permintaan secara gratis dan akurat.

  1. Ketik kata kunci umum kategori Anda, lalu catat semua saran yang muncul.
  2. Tambahkan huruf A sampai Z di belakang kata kunci untuk memancing variasi (teknik ekspansi alfabet).
  3. Perhatikan kata kunci ekor panjang (long tail) seperti "tas selempang pria anti air", karena biasanya persaingannya lebih ringan dan niat belinya lebih jelas.
Kata kunci spesifik yang muncul di autocomplete sering kali lebih mudah dimenangkan daripada kata kunci satu kata yang sangat umum. Mulailah dari yang spesifik.

Membaca Daftar Best Seller

Marketplace menampilkan produk terlaris di banyak titik: tab Terlaris pada hasil pencarian, halaman kategori, dan etalase toko besar. Gunakan ini untuk memetakan apa yang sudah terbukti dibeli orang.

  • Urutkan hasil pencarian berdasarkan Terlaris untuk melihat produk dengan jumlah terjual tinggi.
  • Perhatikan rentang harga yang dominan di halaman pertama. Itu menunjukkan ekspektasi harga pasar.
  • Baca ulasan pada produk terlaris untuk menemukan keluhan berulang. Keluhan adalah celah diferensiasi Anda.

Jika sebuah produk terjual ribuan kali tapi banyak ulasan mengeluhkan hal yang sama (misalnya kemasan tipis atau ukuran tidak sesuai), Anda punya peluang masuk dengan versi yang memperbaiki masalah itu.

Kombinasikan Beberapa Sumber Data

Tidak ada satu sumber yang sempurna. Search suggestion menunjukkan apa yang dicari, daftar best seller menunjukkan apa yang dibeli, dan Google Trends menunjukkan arah minat dari waktu ke waktu. Kekuatan riset muncul saat Anda menyilangkan ketiganya:

SumberMenjawabKeterbatasan
Search suggestionKata kunci apa yang dicari pembeliTidak menunjukkan volume pasti
Daftar best sellerProduk apa yang terbukti terjualSudah ramai pemain mapan
Google TrendsArah dan musim minatBersifat umum, bukan khusus marketplace
Ulasan kompetitorApa yang kurang dari produk yang adaButuh waktu membaca dan menyaring

Sebuah produk yang muncul kuat di keempat sumber adalah kandidat yang jauh lebih meyakinkan daripada yang hanya terlihat menjanjikan di salah satunya.

Validasi Tren dengan Google Trends

Sebelum menstok dalam jumlah besar, pastikan minat pasar sedang naik atau setidaknya stabil, bukan sedang menurun. Google Trends membantu menjawab ini.

  1. Bandingkan beberapa kata kunci produk untuk melihat mana yang minatnya lebih besar.
  2. Periksa pola musiman. Sebagian produk melonjak di momen tertentu, misalnya menjelang tahun ajaran baru atau hari raya.
  3. Waspadai grafik yang naik tajam lalu turun curam, karena itu ciri tren sesaat yang berisiko menyisakan stok mati.

Padukan Google Trends dengan data marketplace. Trends menunjukkan arah minat secara umum, sementara marketplace menunjukkan niat beli yang nyata. Sebuah kata kunci bisa naik di Trends karena pemberitaan, tetapi belum tentu menghasilkan pencarian dengan niat beli di marketplace. Karena itu, jadikan Trends sebagai penyaring tahap awal, bukan keputusan akhir. Produk yang lolos uji Trends dan tetap kuat di data marketplace adalah yang paling layak dilanjutkan.

Validasi Margin: Laris Belum Tentu Untung

Produk yang ramai pembeli bisa tetap merugikan kalau marginnya tipis setelah dipotong semua biaya. Hitung dengan jujur sebelum memutuskan. Sebagai gambaran, marketplace memotong biaya administrasi penjual (di Shopee sekitar 2,5% sampai 10% tergantung kategori) ditambah biaya proses pesanan sekitar Rp1.250 per transaksi, belum termasuk biaya iklan dan kemasan.

Gunakan rumus sederhana ini:

  • Harga jual dikurangi harga modal
  • dikurangi biaya admin marketplace
  • dikurangi biaya proses pesanan
  • dikurangi biaya kemasan dan iklan per produk
  • sama dengan laba bersih per produk
Patokan praktis: jika laba bersih per produk terlalu tipis untuk menutup ongkos balik (retur, komplain, diskon), produk itu rapuh meski terlihat laris. Cari yang menyisakan ruang napas.

Uji Kecil Sebelum Stok Besar

Riset sebaik apa pun tetap menyisakan ketidakpastian. Cara teraman membuktikan dugaan Anda adalah menguji dengan modal kecil sebelum berkomitmen pada stok besar. Langkah uji yang praktis:

  1. Ambil stok awal dalam jumlah terbatas atau jalankan sebagai reseller dulu.
  2. Unggah produk dengan judul dan foto yang sudah dioptimasi, lalu amati kunjungan dan konversi.
  3. Catat berapa banyak orang bertanya dan apa yang mereka tanyakan; itu sinyal minat sekaligus keberatan.
  4. Jika konversi sehat dalam satu sampai dua minggu, tambah stok secara bertahap.
  5. Jika sepi, evaluasi apakah masalahnya di harga, halaman produk, atau memang permintaannya kurang.
Stok besar di muka adalah taruhan; uji kecil adalah investasi belajar. Banyak penjual rugi karena terlalu yakin pada produk yang belum pernah diuji pasar nyata.

Hindari Produk yang Sudah Jenuh

Produk jenuh adalah yang dijual oleh sangat banyak toko dengan harga yang sudah saling perang sampai margin nyaris habis. Ciri-cirinya:

  • Halaman pertama dipenuhi produk yang nyaris identik dengan harga berdempetan.
  • Selisih harga antar toko sangat tipis, menandakan tidak ada lagi ruang diferensiasi harga.
  • Banyak toko besar dengan ribuan ulasan sudah mendominasi, sehingga toko baru sulit terlihat.

Bukan berarti pasti rugi, tapi Anda butuh keunggulan jelas: bundling unik, layanan lebih cepat, kualitas terbukti, atau merek sendiri. Tanpa itu, masuk ke pasar jenuh hanya menambah daftar toko yang ikut perang harga.

Menilai Persaingan dengan Lebih Teliti

Jumlah hasil pencarian saja tidak cukup menggambarkan seberapa berat persaingan. Anda perlu melihat siapa yang mendominasi halaman pertama dan seberapa kuat mereka. Periksa hal-hal berikut pada kompetitor teratas:

  • Jumlah terjual: angka penjualan yang fantastis menandakan pasar besar tapi juga pemain mapan.
  • Jumlah dan kualitas ulasan: toko dengan ribuan ulasan positif sulit digeser dengan cepat.
  • Status toko: kehadiran banyak Shopee Mall atau Star Seller menunjukkan persaingan kelas berat.
  • Variasi harga: rentang harga lebar berarti masih ada ruang bermain di segmen tertentu.

Jika halaman pertama dikuasai segelintir toko raksasa dengan harga seragam, peluang Anda kecil tanpa keunggulan jelas. Sebaliknya, jika pemainnya beragam dan ulasan mereka biasa saja, ada celah untuk masuk.

Menemukan Celah lewat Ulasan Kompetitor

Kolom ulasan adalah riset pasar gratis. Pembeli memberi tahu Anda secara cuma-cuma apa yang mereka suka dan benci. Saring ulasan bintang satu sampai tiga pada produk terlaris untuk menemukan keluhan berulang, lalu jadikan itu keunggulan Anda.

Keluhan UmumPeluang Diferensiasi Anda
Kemasan tipis, barang penyokTonjolkan kemasan ekstra aman dengan foto bukti
Ukuran tidak sesuai deskripsiBerikan tabel ukuran detail dan foto perbandingan
Pengiriman lambatJanjikan proses cepat dan tepati
Barang tidak sesuai gambarPakai foto asli produk, bukan foto pabrikan
Setiap keluhan berulang pada produk laris adalah peta jalan untuk produk Anda. Perbaiki satu masalah besar, dan Anda sudah punya alasan kuat untuk dipilih.

Pertimbangkan Musim dan Momen Belanja

Permintaan banyak produk naik turun mengikuti kalender. Memahami pola ini membuat Anda menstok di waktu yang tepat dan tidak ketinggalan momen. Beberapa pola yang umum di pasar Indonesia:

  • Tanggal kembar seperti 9.9, 10.10, 11.11, dan 12.12 mendatangkan lonjakan trafik besar.
  • Harbolnas menjadi puncak belanja online yang layak disiapkan jauh hari.
  • Gajian akhir bulan menaikkan daya beli untuk produk bernilai lebih besar.
  • Momen musiman seperti tahun ajaran baru, bulan puasa, dan hari raya menggeser permintaan ke kategori tertentu.

Riset produk yang baik tidak hanya menjawab apa yang dijual, tetapi juga kapan permintaannya memuncak, agar stok dan promo Anda selaras dengan kalender belanja.

Alur Riset yang Bisa Anda Ikuti

  1. Pilih kategori yang Anda pahami atau punya akses pasoknya.
  2. Kumpulkan kata kunci dari search suggestion dan ekspansi alfabet.
  3. Urutkan hasil berdasarkan Terlaris, catat rentang harga dan jumlah penjual.
  4. Nilai kekuatan kompetitor teratas: jumlah terjual, ulasan, dan status toko.
  5. Validasi minat di Google Trends untuk menyaring tren sesaat.
  6. Baca ulasan kompetitor untuk menemukan celah perbaikan.
  7. Hitung margin bersih setelah semua biaya.
  8. Putuskan: masuk dengan diferensiasi, atau cari produk lain.

Saat Anda menjual banyak produk di beberapa marketplace, memantau performa dan stok dari satu dashboard seperti Gurita Market membuat siklus riset dan eksekusi jauh lebih cepat, karena Anda tidak perlu mengecek satu per satu.

Kesimpulan

Riset produk yang baik mengubah pertanyaan dari "apa yang ingin saya jual" menjadi "apa yang dicari dan dibeli pasar, dengan margin sehat". Manfaatkan search suggestion dan daftar best seller untuk membaca permintaan nyata, gunakan Google Trends untuk menyaring tren musiman, dan validasi margin agar laris berarti untung. Terakhir, jauhi pasar jenuh kecuali Anda punya keunggulan yang jelas.

Begitu Anda menemukan produk yang tepat dan mulai menjualnya di banyak toko, kelola semuanya secara rapi dari satu tempat bersama Gurita Market supaya energi Anda terpakai untuk menumbuhkan penjualan.

#Riset Produk #Strategi #Shopee

Kelola semua toko dari satu dashboard

Gurita Market bantu Anda atur produk, stok, chat, dan promosi di Shopee, Tokopedia, Lazada & Blibli sekaligus.

Coba Gratis Sekarang

Artikel terkait

Analisis Kompetitor: Cara Memantau & Mengungguli Pesaing
Riset Produk

Analisis Kompetitor: Cara Memantau & Mengungguli Pesaing

Pesaing Anda adalah sumber data terbaik yang gratis dan terbuka. Dengan membaca harga, estimasi penjualan, keyword, ulasan, dan promo mereka, Anda bisa belajar apa yang berhasil di pasar tanpa harus coba-coba sendiri. Artikel ini membahas cara menemukan kompetitor yang relevan, apa saja yang perlu dipantau, cara membaca kelemahan dari ulasan negatif mereka, hingga merumuskan diferensiasi agar Anda tidak sekadar meniru, tetapi benar-benar mengungguli pesaing.

22 April 2026 9 menit baca